Category: kesehatan

Kanker yang kisarnya merenggut nyawa seperlima dari semua penduduk

Reading time:

kanker-hati1Negeri industri adalah tantangan kedua bagi kesehatan Meskipun terutama mengancam orang-orang tua, kanker ada kalanya juga menyerang orang muda; dan di beberapa negara ia sekarang merupakan penyakit yang paling berbahaya bagi anak-anak. Pada puncak kemaharajaan, orang Romawi pukul rata hidup tigapuluh tahun. Sekitar tahun 1930-an, harapan hidup bagi tiap bayi di Afrika, Asia, dan Amerika Latin juga tigapuluh dua tahun. Tapi di seluruh negara berkembang dalam limabelas tahun setelah Perang Dunia II, tingkat-tingkat mortalitas menurun sementara harapan hidup meningkat dengan kecepatan yang tak terimbangi dalam sejarah Eropa dan Amerika Utara. Harapan hidup rata-rata bayi di negara-negara berkembang kini telah mencapai limapuluh tahun.

Lonjakan yang terjal dalam hal harapan hidup di negara-negara berkembang berlangsung pada jaman kedokteran modern, tapi sebagian besar peneliti menyatakan bahwa di sini sumbangan cara-cara perawatan kedokteran itu sendiri tidaklah berarti betul. Memang benar bahwa DDT telah memberantas malaria dari beberapa kawasan, dan vaksin membunyikan lonceng kematian bagi penyakit cacar; dan memang benar bahwa obat-obat antibiotika jelas telah membantu pengobatan beberapa penyakit menular. Akan tetapi, teknologi kedokteran modern hanyalah menjamah segelintir orang sehingga kemajuannya sulit sekali untuk dikatakan sebagai penyebab dari perkembangan-perkembangan dramatis di bidang kesehatan.

Sebagai gantinya, ada kemungkinan bahwa justru berbagai perubahan sosial dan ekonomi yang lebih umum itulah yang telah menurunkan tingkat mortalitas di kalangan orang miskin, seperti yang jugaterjadi di Fropa dan Amerika Utara di awal abad keduapuluh. Misalnya, nutrisi yang lebih baik – hasil kemajuan pertanian serta alat-alat pengangkutan dan komunikasi – tak bisa dibantah telah mengurangi tingkat mortalitas. Persediaan air dan fasilitas sanitasi yang telah berkembang ternyata juga memperpanjang usia. Suatu proses I’modernisasi” yang tidak bisa dirumuskan namun telah memperluas pendidikan, mengakibatkan perluasan pendidikan, pesawat radio, dan gagasan-gagasan modern mengenai ilmu kesehatan peroranganjuga punya pengaruh atas kesehatan. Yang mungkin paling berarti ialah bahwa perkembangan ekonomi – betapapun tak meratanya – telah menaikkan pendapatan dan mengalihkan pandangan dunia dari bermilyar-milyar orang.

REAKSI-REAKSI PADA SITOTOKSIK

Reading time:

antibodi-300x277Bila antibodi-antibodi tertenru terhadap permukaan sel-sel sanggup mengikat komponen-komponen obat alami buat kencing manis tertentu yang terdapat dalam cairan ekstraselular, dinamakan secara kolektif komplemen, maka dapat terjadi suatu reaksi sitotoksik. Menurur sejarah, aktivitas komplemen ditemukan oleh Bordet, ia memperlihatkan bahwa aktivitas lisis terhadap sel-sel darah merah oleh serum kelinci segar yang mengandung zat antisel darah merah domba, akan hilang bila serum disimpan lama atau bila dipanaskan sampai 56 derajat Celcius selama setengah jam, tetapi dapat dipulihkan dengan penambahan serum segar dari kelinci yang belum pernah diimunisasi dengan sel darah merah domba. Dengan demikian untuk hemolisa diperlukan suaru faktor yang relatif tahan panas, yaitu antibodi, ditambah suatu faktor yang tidak tahan panas, yaitu komplemen, yang terdapat dalam semua serum segar.

Komplemen

SIFAT KOMPLEMEN

Aktivitas klasik yang dimiliki komplemen (C’) tergantung pada bekerjanya sembilan komponen protein (C, – Cr) yang bertindak berurutan, dengan komponen pertama terdiri atas riga subfraksi utama yang dinamakan C1q, C1r, dan C1s. Beberapa sifat dari tiga komponen terbanyak dicantumkan pada Tabel 5.1:

Bila komponen pertama diaktifkan oleh suatu kompleks imun (misalnya antibodi yang terikat pada sel darah merah), maka komponen tersebut mendapatkan kemampuan untuk mengaktifkan beberapa molekul dari komponen berikut dalam urutan; seriap molekul ini sanggup beraksi lagi terhadap komponen berikutnya dan demikian seterusnya, sehingga dihasilkan suatu efek “cascade” (= air terjun) yang diperbesar. Dengan cara ini, mengaktifkan satu  molekul Cl akan berakibat aktifnya ribuan molekul dari komponen-komponen berikutnya. Pada tiap tahap, aktivasi selalu diikuti timbulnya suatu aktivitas enzim baru dan karena satu molekul enzim dapat memproses beberapa molekul subsrrat, maka tiap faktor komplemen berikutnya di dalam urutan (Gambar 5. 18).

Komponenkomponen akhir dari aliran komplemen memiliki kemampuan untuk membuat “lubang fungsionall pada selaput sel di mana komplemen itu melekat, mungkin melalui suatu gangguan struktur fosfolipid, dan ini akan berakibat kematian sel. Dengan demikian melalui proses berurutan yang makin diperluas ini, aktivasi satu molekul Cl dapat menghasilkan suatu peristiwa makroskopik, yaitu lisis sel.

Nilai Diagnostik Percobaan-percobaan Otoantibodi

Reading time:

Otoantibodi-otoantibodi serum sering memberikan tanda-tanda diagnostik yang berguna. Percobaan rutin yang lebih bermanfaat ialah pemeriksaan serum dengan imunofluoresensi pada suatu potongan-beku disediakan dari suatu berkas gabungan tiroid dan Iambung manusia yang tidak difiksasi, dan ginjal dan had tikus. Ini ditambahkan oleh percobaan-percobaan penggumpalan untuk faktor-faktor rheumatoid dan untuk tiroglobulin, mikrosom tiroid dan antibodi-antibodi sel darah merah, dan oleh radioassay dari antibodi-antibodi terhadap faktor intrinsik, ADN dan IgG (lihat Tabel 9.2). Keterangan penting disimpulkan dalam Tabel 9.5. Percobaan-percobaan itu akan membukdkan juga nilai dari pemeriksaan orang-orang yang mempunvai risiko, seperti pada keluarga penderita-penderita dengan penyakit otoimun, penderita-penderita tiroiditis (untuk otoimunitas lambung dan sebaliknya) dan akhirnya masyarakat umum.

43-14-Epitopes-L

Pengobatan Kelainan-kelainan Otoimun

Pada kasus-kasus penyakit organ-khusus, pengobatan penggantian biasanya cukup, sebagai contoh tiroksin pada miksedema primer, obat alami buat penyakit kencing manis, itamin B12 pada anemia pernisiosa, dan lain-lain. Pada LES dan nefritis kompleks imun, steroid, sering dalam dosis tinggi, membantu menekan pembentukan otoantibodi-otoantibodi oleh obat-obat imunosupresif seperti azatioprin, siklofosfamida, dan metotreksat. Pengobatan jangka panjang dengan serum antilimfosit masih tetap dianggap penuh risiko dan tak menentu akibatnya. Penggantian plasma untuk menurunkan laju endapan kompleks imun mengalami beberapa kesuksesan. Ia juga telah dimasukkan dalam sindroma Goodpasture. Pada rheumatoid artritis, di samping streroid, obat-obat antiradang seperti salisilat, indometasin, fenil butazon, dan obat-obat baru seperti fenoprofen dan ibuprofen yang luas dipergunakan. Penisilamina, garam-garam emas, dan antimalaria seperti klorokuin semuanya mend-apat satu tempat dalam pengobatan tetapi cara kerjanya belum diketahui.

Laporan-laporan terdahulu menunjukkan suatu efek bermanfaat dari levamisol, suatu peranBsang sel-T, dan orang berpikir apakah kami secara tak disengaja mempunyai halangan pada suatu cara penggunaan supresor-supresor T. Suatu pendekatan yang bermanfaat untuk masa mendatang meliputi “pemusnahan” sel-sel-B yang diutamakan oleh pengadaan hubungan hapten terhadap suatu pembawa yang bebas-timus seperti kopolimer D-glutamat dan D-lisin (D-GL) atau IgG isolog terutama bila diberi dengan kortison dosis tinggi. Ini telah secara pasti bekerja baik pada persilangan mencit-mencit NZH di mana tingkat anti-ADN telah dikurangi pemakaian nukleosida-nukleosida sebagai hapten: kita akan melihat apakah manusia dan mencit memang berbeda demikian.

Cangkokan sumsum tulang pada kekurangan imunologi dan anemia aplastik

Reading time:

Akan dibebaskan dari sel-sel-T imunokompeten untuk mencegah c/t dan,akan disesuaikan pada suatu tempat khusus dalam KHU. Derajat polimorfisme yang sangat tinggi dari KHU dapat melindungi spesies peniruan molekul oleh parasit-parasit, mempertahankan perbedaan dari pengenalan antigenik dan memastikan heterogositas (bybrid vigour). Perbedaan-perbedaan antara KHU ibu dan janin, akan berguna bagi ianin, tetapi sebagai kesanggupan

suatu cangkokan ia harus dilindungi terhadap serangan pencangkokan oleh si ibu; mekanisme-mekanisme pertahanan ya.rg dianjurkan ialah:

anemia-aplastik-adalah-penyakit(i)    mantel mukopolisakarida, di sekeliling trofoblas,

(ii)    resistensi yang diturunkan terhadap serangan sel-T atau -K,

(iii)    peningkatan melalui pelepasan antigen,

(iv)    pembentukan setempai dari imunosupresan.

KHU menunjukkan fungsi-fungsi pengenalan. Gen-gen reaksi imun- (Ri) tanda untuk molekul-molekul (Ai) dengan kekhususan untuk faktor-faktor pembawa yang menentuka., di mana secara penuh mengatur interaksi-interaksi antara sel-sel-T dan -B dan mengutamakan sel-T oleh antigen yang dibuat makrofaga. Antigenantigen KHU dimasukkan dalam turunan sel-sel-T sitotoksik sebagai reaksi terhadap infeksi virus dan KHII itu akan tampak sebagai bagian dari suatu sistem untuk mernbei tanda perubaianperubaban pada ‘diri sendiri’.

Teori pengawasan imun dari kanker mendalilkan bahwa perubahan di permukaan sel-sel neoplastik dapat dikenal oleh sistem imun dan dihilangkan. Antigen-antigen yang ditandai oleh virus idiotipik, dan onkofetal dapat ditemukan pada sel-sel rumor bersama-sama dengan komponen-komponen yang berhubungan dengan bagian sel. Antigen-antigen itu pada beberapa kasus dalat menimbulkan’resistensi rerhadap penanaman tumor selanjutnya jan contoh-contoh dari reaksi-reaksi imun terhadap tumor-tumor pada kanker manusia telah diketahui. ‘Pelepasan’ antigen dari permutaan akan melindungi suatu rumor dari suatu reaksi imun dan semua cara pengobatan mempertimbangkan pengangkatan rumor dengan pembedahan dan lain-lain sebagai langkah pertama yang penting meninggalkan pengobatan imunologi untuk mengatasi-kerdaan tambahan.

Ada harapan bahwa ini harus dilanjutkan dengan pengobatan kontak di mana adjuvan-adjuvan makrofrga yang mengaktifkan (BCG, C. parvum, analog-analog lesitin) diberl bersama-sama dengan tumor hidup dihambat fertumbuhannya (suatu imbangan efek sitostatik dari makrofaga-makrofa ga yang diaktifkan pada tumor-rumor in vitro), Antigen-antigen onkofetal berguna dalam diagnosa (seperti alfa-foe,toprotein pada hepatoma primer). Gen-gen mengarur C3 dan peta protein-protein yang saling melengkapinya dalam KHU. Spesifisitas-spesifisitas HLA sering dihubungkan dengan penyakit-penyakit tertentu, seperri HLA-BZ1 dengan spondilitis ankilosa, B8 dengan miastenia gravis, dan DV2 dengan multipel sklerosis.

Antigen-antigen permukaan tumor

Reading time:

Antigen-antigen ini dianggap menurur 4 bagian besar (Gambar g. 15):

ini apa(a) Pengaturan oleh, virus. Sel-sel yang terinfeksi denagn virus-virus onkogenik.biasanya menunjukkan 2 antigen baru pada permukaannya, yang khusus untuk virus tersebut, yang satu (V) sama dengan antigen pada virus yang diisolasi dan yang lain (T), juga hasil dari genom virus, hanya berada pada sel-sel yang terinfeksi. Yang terakhir ini memberikan antigen pencangkokan yang kuat dan menghasilkan haplotipe yang terbatas dari sel-sel-T sitotokiik, tetapi apakah ini secara fisik berbeda atau berhubungan atau suatu modifikasi dari KHU, masih belum dapat diterangkan. Agaknya kedua antigen memberikan kepekaan untuk merusak tumor tersebut oleh mekanisme antibodi yang menjadi ranggung jawabnya. Semua tumor singeneik yang ditimbulkan oleh virus yang diberikan membawa antigen permukaan yang sama, terlepas dari sel-sel itu berasal maka imunisasi dengan salah satu tumor-tumor ini memberikan cara mengobati kencing manis resistensi pada penolakan berikutnya dengan yang lainnya.

(b) Embrionik. Tumor-tumor berasal dari sel-sel jenis yang sama sering menunjukkan perbedaan anrigen yang biasa beradJ pada sel-sel embrionik juga (disebut antigen-antigen onkofetal). Misalnya c-foetoprotein pada karsinoma hati dan antigen karsinoembrionik (AKE) pada kanker usus halus.

(c) Pembelahan. Antigen-antigen pada permukaan sel dapat berubah pada waktu pembelahan sel. Sebagai contoh, Thomas menemukan bahwa ketegangan permukaan faktor-faktor penentu gula dengan golongan darah khusus H rurun seperti sel-sel mastositoma murni yang , berpindah ke fase Gl dari siklus pembelahan sebaliknya, golongan faktor-faktor penentu B meninggi; ini didalilkan bahwa pernyataan seterusnya dari komponen terakhir ini dihubungkan dengan suatu hnggung jawab pada pembelahan selanjutnya. Bentuk-bentuk sel tumor terasal dari limfosit-B menunjukkan suatu antigen permukaan bebas dari sisa limfosit-B yang ,untuk itu telah dinamakan suatu antigen tumor khusus yang tidak mengaktifkan sel-sel batang B juga diperlihatkan untuk menyarakannya.

Kita menemukan bahwa komponen-komponen permukaan mengikat lektin, aglutinin benih gandum, berlebihan pada sel-sel mieloid (polis dan makrofaga-makrofaga) tetapi kurang mencerminkan pada sel-sel-T dan -B yang tersisa; namun, dalam 24 jam dari rangsangan oleh akiivator-aktivator limfosit polikonal dan sebelum pembentukan ADN dimulai, tempat-tempat ikatan pada lektin yang berkonsentrasi tinggi tampak di permukaan.

Juga sebagai patokan yang kurang eksak, namun masih mempunyai arti praktis adalah tulang belakang

Reading time:

Pusat berada setinggi diskus intervertebralis antara L.4 dan L.5. “Duodenal cap” letaknya setinggi diskus intervertebralis antara L.1 dan L.2. Pemeriksaan abdomen dilakukan pada pasien yang berbaring telentang. Sebaiknya kandung kencing dikosongkan dahulu sebelum pemeriksaan dilakukan dan bantal untuk kepala pasien hendaknya jangan terlalu tinggi. Pemeriksaan abdomen dengan jalan inspeksi dan palpasi adalah sangat penting. sedangkan perkusi dan auskultasi pada abdomen mempunyai kegunaan yang sangat terbatas.

INSPEKSI ABDOMEN

Pada inspeksi kita memperhatikan bgberapa hal yaitu:

(1) permukaan perut,

(2) bentuk perut,

(3) gerakan dinding perut dan

(4) denyutan pada dinding perut.

(1) Permukaan perut

Kulit perut menjadi tegang. licin dan tipis apabila ada pembesaran perut. Kulit yang mengertput dnfidakan Uifrwa Ainaing perut telah mengalami distensi yang luar biasa, misalnya pada seseorang yang dahulunya gemuk sekali lalu menjidi kurus, pada wanita yarrg telah berulang kali melahirkan anak atau pada orang yang pernah menderita asites (busung) dan kemudian sembuh dari penyakitnya.

Biasanya terdapat juga garis2 bekas pembesaran perut (striae). Kulit perut menjadi kuning pada berbagai macam ikterus. Adakalanya garis2 bekas garukan dapat ditemukan juga, hal mana menandakan bahwa ikterus itu disertai pruritus (gatal2). Pada seorang penderita diabetes melitus gdris2 garukan dapat juga dijumpai.

Pelebaran vena yang jalannya ber-liku2 pada permukaan abdomen mencerminkan suatu penyumbatan pada vena kava inferior atau vena porta. Vena2 itu berjalan longitudinal apabila vena kava inferior atau vena iliaka komunis yang tersumbat.

Akan tetapi pada penyumbatan vena porta, vena2 yang melebar dan jalannya ber-liku2 tampak di sekitar pusat dan semuanya menjurus ke pusat (kaput meduse).

Pada vena yang berjalan longitudinal aliran darah adalah dari bawah ke atas, sedangkan pada vena2 yang memancar dari pusat ke tepi, aliran darahnya adalah dari pusat ke perifer.

Hal ini dapat diperiksa dengan cara berikut. Dengan jalan menekan vena memakai jari, dapat kita mengosongkan vena; kemudian jari itu kita lepaskan sambil meng-amat2i dari jurusan mana vena itu terisi kembali.

Bising pada kardio respiratorik

Reading time:

Bising ini adalah bising sistolik yang bangkit oleh karena jaringan paru tertekan oleh jantung pada tiap kontraksi. Bising ini terdengar lemah bila pasien menarik nafas lebih dalam atau mengeluarkan nafas lebih kuat daripada biasa.

Bising pergesekan perikardium.

Bising ini adalah sistolik dan diastolik dan terdengar pada suatu tempat di prekordium. Bising ini dapat disalahtafsirkan sebagai kreptisasi paru akibat perlekatan pleura, cara membedakannya ialah bahwa pada krepitasi pergesek” an pleura berhenti apabila penderita menahan nafas. Bising pergesekan perikardium bunyinya kasar dan seirama dengan denyutan jantung.

PEMERIKSAAN ABDOMEN

Abdomen atau perut mencakup bagian tubuh dari arkus kostal sampai garis lipat paha. Abdomen dibagi dalam 9 bagian sehingga lokalisasi nyeri, spasme otot, tumor dan tanda2 atau gejala2 lainnya bisa ditentukan menurut kawasan2 tersebut.

Sebagaimana kita bisa membuat proyeksi brgan2 pada permukaan dada. maka kita juga bisa memproyeksikan organ2 rongga perut pada permukaan abdomen. Proyeksi ini tidak geeksak proyeksi pada permukaan dada, oleh karena organ2 di dalam abdomen lebih mudah tergeser. Namun demikian, dalam garis besarnya dapat kita memproyeksikan beberapa organ. yaitu :

(a) hati atau hepar yang berada di daerah epigastrum dan di daerah hipokhondriumkanan,

(b) lambung yang berada di daerah epigastrium,

(c) limpa yang mempunyai kedudukan di daerah hipokhondrium kiri,

(d) kandung empedu atau vesika feles sering kali berada pada perbatasan daerah hiboktronrliium kanan dan epigastrium dan

(e)kandung kencing yang penuh dan uterus pada orang hamil dapat teraba di daerah hipogastrium, sedangkan

(f) apendiks berada di daerah antara daerah iliaka kanan, lumbal kanan dan bagian bawah daerah umbilikas.

Apabila kita mengambil umbilikus sebagai patokan, maka dapat kita katakan bahwa proyeksi bifurkasio aorta berada kira2 2 cm di bawah dan sedikit sebelah kiri umbilikus. Oleh karena kedudukan pusat tidak tetap maka sebenarnya umbilikus tidak boleh dipakai sebagai patokan. Patokan ini secara kasar berlaku pada orang2 yang perutnya tidak besar.

Demikian dapat kita proyeksikan percabangan arteria renalis setinggi 10 cm di atas pusat, percabangan arteria iliaka pada pertengahan pusat dan tepi atas os pubis, sedangkan pada pertengahan pusat dan prokesus sifoideus terdapat proyeksi pilorus.Baca info detil mengenai pengobatan diabetes melitus secara medis yang paling efektif hanya di sini.

Suara-suara tambahan

Reading time:

Suara tambahan ialah suara jang terdengar pada auskultasi dinding thoraxdan berasal dari suatu kelainan didalam paru termasuk disini ialah bronchus,alveoli dan pleura.Kita membedakan 2 matjam suara tambahan jaitu rhonchi dan krepitasi.R*”hiothnbghnichiialah suara jang terdjadi didalam bronchi karena penjempitan lumen bronchus.

Penjempitan ini terdjadi karena selaput lendir membengkak, karena adanja penimbunan lendir atau dahak didalam bronchus atau karena tumor jang menekan pada bronchus.\!,to;nchi terdengu terus-menerus selama inspirai dan el,c;pirasi Ada rhonchi jang bunjinja tinggi seolah-olatr suitan dan terdengar padainspirasi bagian terachir dan ada rhonchi jang bunjinja rendah seolah-olahmenderu dan terdengar baik selama inspirasi dan ekspirasi.Rhonchi adalah chas bagi b:qggbjliq dan asthma. Pada asthma rhonchi-njasuitan (“wheezing”) dan terdengar waktu ekspiiiisi.

 

Djika rhonchi suitan terdengarpada satu sisi sadja kita harus waspada akan adanja pembengkakan atau penekanan broncus jang mungkin disebabkan oleh carcinoma paru atau bronchus. Pada bronchiectasis djenis rhonchi adalah menderu dan rhonchi ini biasanjaterdengar dibagran bawah paru pada kedua sisi.

Krepitasi

Krepitasi adalah suara seperti hudjan rintik-rintik jang berasal dari bronchus,alveoli atau kavitasi didalam paru jang mengandung tjairan.Bunji krcpitasi bisa mendjadi kasar atau halus.

Krepitasi halus ialah suara jangbangkit akibat membukanja alveoli jang semula menutup karena dindingnjasaling berlekatan. Suara ini dapat kita tiru dengan djalan menggeserteserkansebgrkasrambut dengan ibu djari dan djari telundjuk didekat telinga.Krepitasi halus menandakan adanja eksudat dalam alveoli jang membuatalveoli saling berlekatan misalnja pada stadium dini pneumonia, pida prosestuberculosa dipuntjak paru dan pada kongesti dibagian bawah paru akibatdecompensatio cordis.

Krcpitasi lulus lwnia terdengar pada inspimsL{tepttqU kavl terdengar seperti suara jang timbul bila kita meniup didalamair. Demikian pula _halnja dengan terdjadinja suara itu didalam paru jaitu udarajang masuk dan keluar pada waktu inspirasi dan ekspirasi meniup tjairan jangterdapat dalam bronchi atau lubang-lubang didalam-paru.Krepitaii kasar terdengoselama inspirasi dan elapirasi Gedjala iru dapai didjurnpii pada bronchitis dimana krepitasi terdengar pada kedua sisi dan agak menjeluruh sedangkanpada bronchiectasis hanja pada bagian bawah sadja.

Krepitasi dapa! fjuea terdengar pada orang jang tidak menderita penjakitparu. Krepitasi tidak berarti patologis bila ia minghilang setelah pasien disunrhbatuk beberapa kali. Baca juga tentang diabetes adalah

Tempat-tempat tersebut dikenal sebagai daerah mitralis, trikuspidalis, pulmonalis dan daerah aorta

Reading time:

Hendaknya jangan dilupakan bahwa daerah2 itu letaknya sama sekali tidak sesuai dengan topografi katup2 jantung. Sebagai contoh baiklah sedikit disinggung apa yang nanti akan diuraikan lebih mendalam. Bising sistolik pada kelainan katup aorta terdengar paling jelas dan keras pada tepi kiri sternum atau di apeks jantung. Bising diastolik dari aorta biasanya lebih jelas terdengar pada tepi kiri sternum. Keterangan mengapa bunyi dan bising jantung tidak terdengar begitu, jelas pada daerah proyeksi topografik katup2 jantung, belumlah sempurna.

aortaSalah satu penjelasan mengatakan bahwa kedudukan jantung menghalangi penghantaran langsung dari bunyi jantung dan bising katup ke permukaan dada. Jaringan ventrikel kanan dan kiri secara ber-turut2 menutupi katup trikuspidalis dan mitralis. Suara yang timbul akibat kegiatan katup mitralis akan dihantarkan melalui jaringan ventrikel kiri dan karena apeks jantung adalah bagian ventrikel kiri yang letaknya terdekat pada dada, maka pada tempat itulah (daerah mitralis) bunyi jantung dan bising mitralis terdengar paling keras dan jelas. Mengenai bunyi jantung dan bising trikuspidalis diberikan penjelasan yang analog dengan yang tersebut di atas. Mengenai bunyi dan bising aorta keterangannya adalah sebagai berikut. Aorta letaknya paling posterior dan bunyi yang berasal dari katup aorta dihantarkan ke permukaan dada melalui bagian aorta yang letaknya paling dekat pada permukaan dada yaitu daerah aorta, atau melalui jaringan ventrikel kiri yang merupakan jembatan untuk penjalaran bunyi aorta ke permukaan dada yaitu daerah apeks jantung.

Teknik dari pada auskultasi

Setiap mahasiswa tanpa kecuali dapat memahami teknik auskultasi jantung dan tidaklah benar bahwa bakat musik memegang peranan dalam hal itu. Urutan dalam belajar memahami teknik auskultasi jantung adalah sebagai berikut. Pertama kita belaiar dahulu memahami bunyi janlung ke-1 dan ke-2 yang normal. Kedua kita belajar memusatkan pendengaran kepada bunyi jantung ke-l dan ke-2 sendiri2 hingga dapat membedakan apakah bunyi itu terdengar sebagai satu suara atau terpisah. Ketiga, kita harus belajar memusatkan pendengaran kepada bjlgg-1g4gng tanpa merasa’terqanggu oleh bunyi jantung. Dalam meneliti bunyi dan bising jantung perhatian kita terarah kepada hal2 berikut.

Pada waktu kedua atrium berkontraksi darah dialirkan ke kedua ventrikel

Reading time:

katup-jantung-400x252Di sebelah kanan melalui katup trikuspidalis dan di sebelah kiri melalui kjrtup mitralis. Kemudian kedua ventrikel berkontraksi dan darah dipindahkan dari ventrikel kanan ke arteria pulmonalis dan dari ventrikel kiri ke aorta. Permulaan kontraksi ventrikel (sistolik) terjadi pada waktu katup mitralis dan katup trikuspidalis menutup, yang selalu terbuka selama atrium berkontraksi. Permulaan relaksasi ventrikel (diastolik) terjadi pada waktu katup aorta dan pulmonalis menutup, yang selama ventrikel berkontraksi tetap terbuka. Arteria karotis berdenyut segera setelah sistolik ventrikel dan kemudian disusul oleh denyutan arteria radialis. Oleh karena itu, hendaknya nadi karotis dan bukan nadi radialis yang dijadikan pegangan untuk menentukan sistolik ventri kel.

Proyeksi katup jantung pada permukaan dada. Proyeksi katup pulmonalis terdapat pada tempat tulang rawan iga kiri ke-3 bersambung dengan sternum. Proyeksi katup aorta terletak pada sternum sedikit lebih rendah dan agak ke medial daripada tempat proyeksi katup pulmonalis. Katup mitralis berproyeksi pada sternum dekat batas atas sendi antara sternum dan tulang rawan iga ke-4. Proyeksi katup trikuspidalis menyilang sternum menurut garis yang menghubungkan proyeksi katup mitralis dengan sendi antara sternum dan tulang rawan iga kanan ke-5. Proyeksi ini tentu saja berobah jika pada jantung terdapat kelainan misalnya stenosis mitralis di mana katup mitralis tergeser ke kiri dan ke bawah.

Juga harus diperhatikan bahwa proyeksi ini sama sekali tidak menunjukkan tempat bunyi jantung terdengar secara maksimal, meskipun bunyi2 jantung dibangkitkan sekitar katup2 jantung. Dari pengalaman kita mengetahui bahwa bunyi yang timbul akibat kejadian2 pada katup mitralis paling jelas terdengar di apeks jantung. Suara jantung yang berhubungan dengan katup trikuspidalis terdengar paling jelas di atas sternum dekat sendi antara sternum dan tulang rawan iga kanan ke-S (lihat gambar 19, A), sedangkan yang bersangkutan dengan katup aorta adalah pada sendi antara sternum dan tulang rawan iga kanan ke-2 (lihat gambar 19, A) atau di apeks jantung (lihat gambar 19). Bunyi jantung yang berhubungan dengan kegiatan katup pulmonalis dapat ditangkap pada ruang interkostalis kiri ke-2 dekat tepi sternum (lihat gambar 19,).

Previous - Next